
Gelar Seni merupakan salah satu agenda tahunan di SMANSA Sukabumi yang selalu dinantikan oleh para siswa. Waktu penyelenggaraannya biasanya menjelang akhir semester pertama atau mendekati akhir tahun ajaran.
Dapat dikatakan, kegiatan ini menjadi puncak pertunjukan bakat dan talenta para siswa, di samping acara perpisahan kelas akhir yang lebih bersifat formal dan sakral. Walakin, Gelar Seni memiliki cakupan yang lebih luas karena melibatkan seluruh siswa dari kelas pertama hingga kelas akhir.
Acara ini menjadi ajang bagi siswa yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni untuk tampil di hadapan teman-teman mereka. Tidak semua siswa dapat serta-merta ikut serta, karena ada proses seleksi yang dilakukan oleh panitia untuk memastikan hanya penampilan terbaik yang disajikan.
Seleksi ini mencakup berbagai aspek, seperti kualitas seni, kreativitas, serta kesiapan teknis dari peserta. Para peserta dapat tampil dalam format individu maupun kelompok, bergantung pada jenis pertunjukan yang mereka usung.
Keberagaman dalam Gelar Seni menjadi daya tarik tersendiri, sebab berbagai bentuk seni seperti tari, musik, drama, dan puisi bisa ditampilkan dalam satu panggung. Para siswa yang terpilih biasanya telah menjalani latihan intensif agar dapat memberikan penampilan terbaik mereka.
Panitia penyelenggara juga bekerja keras untuk memastikan acara berjalan dengan lancar, termasuk dalam hal teknis pencahayaan, tata panggung, dan pengaturan jadwal. Tiket masuk yang dijual kepada siswa turut menjadi bagian dari keberhasilan acara ini, karena semakin banyak penonton yang hadir, semakin besar pula apresiasi terhadap para peserta.
Kehadiran penonton yang antusias juga menjadi penyemangat bagi para pengisi acara untuk tampil dengan maksimal. Gelar Seni telah menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kepercayaan diri dan menunjukkan hasil kerja keras mereka dari tahun ke tahun.
Ada pernyataan dan pertanyaan menarik, Gelar Seni merupakan acara tahunan yang menjadi kegiatan pionir bagi sekolah-sekolah lain. Terlebih, pada masa itu hanya SMANSA yang mampu menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik karena didukung oleh berbagai aspek, mulai dari kebijakan hingga kesiapan teknis.
Sekolah memiliki kebijakan yang terbuka dalam mengakomodasi kreativitas siswa, sehingga kegiatan ini terus berlangsung secara konsisten setiap tahunnya. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah dalam hal fasilitas menjadikan Gelar Seni sebagai acara yang lebih profesional dibanding kegiatan serupa di sekolah lain.
OSIS dan panitia memiliki peran besar dalam memastikan bahwa acara ini berjalan lancar, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Mereka juga dibimbing untuk membangun hubungan dengan pihak eksternal, seperti aparat keamanan, sponsor, dan lembaga perizinan agar acara dapat terselenggara tanpa hambatan.
Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi kesuksesan acara, tetapi juga melatih para siswa dalam hal manajemen organisasi dan kepemimpinan. Saat ini, kemampuan membangun hubungan dengan pihak luar menjadi salah satu indikator penting dalam akreditasi sekolah.
Namun, jauh sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, SMANSA sudah lebih dahulu membiasakan siswanya untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di luar sekolah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika SMANSA menjadi sekolah pelopor dalam menyelenggarakan acara seperti Gelar Seni, yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Nah, para siswa SMANSA sudah terbiasa dengan pola kerja yang melibatkan pihak eksternal sejak lama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar menyelenggarakan acara hiburan, tetapi juga belajar mengenai manajemen acara, kepemimpinan, dan diplomasi.
Namun, pertanyaan yang menarik adalah, mengapa SMANSA memilih untuk menyelenggarakan Gelar Seni? Pagelaran seni sebagai bentuk hiburan sebenarnya bukan hal baru, sebab sejak dahulu manusia memiliki kecenderungan untuk mengekspresikan diri melalui seni.
Pada masa aristokrasi Eropa, hiburan semacam ini hanya dinikmati oleh kaum bangsawan dalam bentuk opera atau konser musik klasik. Mereka yang berasal dari lapisan sosial atas memiliki akses eksklusif terhadap pertunjukan seni yang dianggap sebagai bentuk kebudayaan tinggi.
Namun, pada awal abad ke-20, terjadi perubahan besar dalam dunia hiburan ketika pertunjukan mulai dibawa ke ruang publik dalam format yang lebih terbuka. Karnaval, festival, dan pertunjukan jalanan menjadi sarana bagi masyarakat umum untuk menikmati hiburan tanpa batasan kelas sosial.
Seni yang sebelumnya dianggap eksklusif, kini dapat dinikmati oleh siapa saja, termasuk dalam konteks pendidikan seperti yang diterapkan di SMANSA. Dengan mengadaptasi konsep tersebut, Gelar Seni menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat mereka dan berbagi ekspresi seni dengan komunitas sekolah secara luas.
Pada akhirnya, perkembangan dunia hiburan membawa musik modern ke tingkat yang lebih luas dengan konsep panggung yang lebih terbuka. Para musisi dan band diberikan ruang untuk menampilkan karya mereka dalam berbagai bentuk konser, baik yang bersifat komersial maupun konser amal.
Konser musik menjadi fenomena sosial yang tidak hanya terbatas pada satu genre atau kalangan tertentu, tetapi meluas ke berbagai lapisan masyarakat. Terdapat berbagai jenis konser, mulai dari konser tunggal yang menampilkan satu musisi atau band, hingga festival musik yang menghadirkan banyak artis dalam satu acara.
Tidak hanya di ranah industri hiburan, tren ini juga merambah ke lingkungan yang lebih kecil, seperti sekolah dan komunitas lokal. Di SMANSA, konsep konser ini berkembang menjadi Gelar Seni yang tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga mencakup berbagai bentuk seni lainnya.
Para siswa diberi kesempatan untuk menampilkan bakat mereka dalam bidang tari, drama, musik, puisi, dan berbagai jenis pertunjukan lainnya. Tidak seperti konser pada umumnya yang biasanya berorientasi pada keuntungan finansial, Gelar Seni lebih menitikberatkan pada aspek kreativitas, ekspresi diri, dan apresiasi terhadap seni.
Dengan acara seperti ini, para siswa tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam menciptakan dan menikmati karya seni. Hal ini menjadikan Gelar Seni sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan bakat yang berdampak positif bagi seluruh warga sekolah.
Posting Komentar untuk "Catatan #17: Gelar Seni"